Jangan asal membeli hebel, karena ukuran bata ringan yang dipilih akan memengaruhi jumlah material yang dibutuhkan.
Umumnya, ukuran batu bata ringan adalah 60 x 20 cm dengan variasi ketebalan dari 7,4 cm hingga 20 cm.
Setiap ketebalan memiliki fungsi yang berbeda, mulai dari dinding penyekat ruangan hingga dinding utama bangunan.
Untuk membantu Anda memilih ukuran yang sesuai, kami akan menyajikan tabel ukuran bata ringan, jenis-jenis, dan cara menghitung kebutuhannya.
Apa Itu Bata Ringan (Hebel)?
Bata ringan adalah material konstruksi modern yang terbuat dari campuran pasir silika, semens, kapur, gipsum, air, dan bahan pengembang.
Material ini pertama kali dikembangkan pada tahun 1920-an di Swedia sebagai alternatif batu bata konvensional yang lebih ringan dan mudah dipasang.
Di Indonesia, bata ringan lebih dikenal dengan sebutan hebel. Sebenarnya, Hebel merupakan nama merek dagang, tetapi karena populer, istilah ini jadi sebutan bata ringan.
Dua Jenis Bata Ringan di Indonesia

Secara umum, terdapat dua jenis bata ringan yang banyak digunakan dalam konstruksi bangunan di Indonesia, yaitu:
1.AAC (Autoclaved Aerated Concrete)
Bata ringan yang diproses menggunakan uap bertekanan tinggi (autoclave). Jenis ini lebih ringan, permukaannya halus, dan ukuran presisi.
2.CLC (Cellular Lightweight Concrete)
Bata ringan yang diproduksi tanpa proses autoclave. Beratnya cenderung lebih berat dibandingkan AAC, tapi harganya lebih terjangkau sehingga sering jadi pilihan.
Ukuran Bata Ringan Standar di Pasaran
Jika melihat dari pasaran di Indonesia, ukuran hebel bata ringan memiliki standar yang sama, khususnya untuk jenis AAC. Berikut tabel ukuran batu bata ringan AAC sesuai standar SNI yang bisa menjadi acuan:
| Panjang | Lebar | Tebal | Berat/ Biji | Jumlah per m2 |
| 60cm | 20cm | 7,5cm | ±9 kg | ±8 biji |
| 60cm | 20cm | 10cm | ±11 kg | ±8 biji |
| 60cm | 20cm | 12,5cm | ±14 kg | ±8 biji |
| 60cm | 20cm | 15cm | ±17 kg | ±8 biji |
| 60cm | 20cm | 20cm | ±22 kg | ±8 biji |
Catatan: Dimensi panjang dan lebar bata ringan, umumnya tetap 60 cm X 20 cm. Variasi ukuran biasanya terdapat pada ketebalannya, mulai dari i 7,5 cm hingga 20 cm.
1.Ukuran Jenis CLC
Pada dasarnya, ukuran CLC sama dengan AAC, yaitu panjang 60 cm dengan tinggi 20 cm dan memiliki berbagai ketebalan.
Perbedaannya terletak pada bobot dan densitas material, di mana CLC lebih berat dibandingkan AAC meskipun dimensinya sama.
Karena kepadatannya lebih tinggi, CLC sering dipilih untuk proyek yang perlu alternatif lebih ekonomis tanpa harus mengubah ukuran pemasangan. s
2.Ukuran Per Merek Populer
Jika memperhatikan merek, maka ukuran bata hebel sebagai berikut:
| Merek | Tipe | Ukuran (PxLxT) | Keterangan |
| Hebel (AAC) | Standard | 60 × 20 × 7,5 cm | Dinding non-struktural tipis |
| Hebel (AAC) | Standard | 60 × 20 × 10 cm | Paling umum digunakan |
| Citicon | AAC | 60 × 20 × 10 cm | Produksi lokal, sesuai standar SNI |
| Powerblock | AAC | 60 × 20 × 10 cm | Banyak digunakan di wilayah Jabodetabek |
| Blesscon | AAC | 60 × 20 × 10 cm | Populer untuk proyek perumahan di Pulau Jawa |
| Focon | CLC | 60 × 20 × 10 cm | Harga relatif lebih ekonomis |
Perbedaan AAC vs CLC, Mana yang Lebih Baik?
Saat memilih bata ringan, banyak orang dihadapkan pada dua pilihan utama, yaitu AAC dan CLC. Keduanya sama-sama ringan dari bata merah, tapi karakteristiknya berbeda.
| Aspek | AAC | CLC |
| Proses Produksi | Autoclave (uap bertekanan tinggi) | Tanpa autoclave |
| Berat | Lebih ringan (±600–700 kg/m³) | Lebih berat (±800–1.000 kg/m³) |
| Kekuatan Tekan | 3–5 MPa | 2–4 MPa |
| Insulasi Termal | Sangat baik | Baik |
| Permukaan | Halus dan presisi | Sedikit lebih kasar |
| Harga | Lebih mahal | Lebih murah |
| Cocok untuk | Dinding eksterior dan interior | Partisi interior, proyek dengan anggaran terbatas |
Rekomendasi Pilihan Berdasarkan Kebutuhan

Bukan hanya ukuran bata ringan hebel saja yang diperhatikan, tapi juga disesuaikan dengan fungsi dinding dan anggaran. Berikut rekomendasi yang bisa jadi acuan:
1.Untuk Dinding Eksterior Rumah Permanen, Pilih AAC
Bata ringan AAC lebih direkomendasikan karena memiliki bobot yang ringan, kekuatan tekan lebih tinggi, dan kemampuan insulasi panas lebih baik.
Karakteristik ini membuatnya cocok untuk dinding luar yang terpapar cuaca dan memerlukan daya tahan jangka panjang.
2.Untuk Partisi Interior atau Sekat Ruang, Pilih AAC atau CLC
Kedua jenis bata ringan ini sama-sama dapat digunakan untuk dinding non struktural di dalam bangunan.
Jika mengutamakan kerapian dan presisi pemasangan, AAC bisa jadi pilihan. Namun, jika ingin menekan biaya, CLC juga sudah cukup baik.
Untuk Proyek dengan Anggaran Terbatas, Pilih CLC
CLC umumnya memiliki harga yang lebih ekonomis dibandingkan AAC. Karena itu, jenis ini sering untuk proyek renovasi, bangunan sederhana, atau proyek skala besar yang perlu efisiensi biaya.
Rumus Dasar Menghitungnya
Menghitung kebutuhan bata ringan cukup sederhana. Anda hanya perlu mengetahui luas dinding yang akan dibangun dan jumlah bata yang dibutuhkan per meter2.
Rumus dasar:
Jumlah bata = Luas dinding (m²) × Jumlah bata per m²
Untuk bata ringan ukuran 60 x 20 cm, luas satu biji bata adalah:
0,6 x 0,2 m = 0,12 m2.
Maka, kebutuhan bata per meter persegi dapat dihitung sebagai berikut:
1 : 0,12 = ±8,3 biji
Dalam praktiknya, kebutuhan bata ringan biasanya dibulatkan menjadi 8-9 bij per m2, tergantung ketebalan nat dan metode pemasangan.
Agar tidak kekurangan material saat pembangunan berlangsung, sebaiknya tambahkan faktor waste (cadangan) sebesar 5-10% untuk mengantisipasi pemotongan, kerusakan, atau hilangnya material di lapangan.
Contoh Perhitungan Praktis
Berikut beberapa contoh perhitungan kebutuhan bata ringan yang dapat dijadikan acuan.
Contoh 1: Dinding kamar ukuran 3 m x 3 m dengan tinggi 3 m.
1.Hitung luas total dinding
(3 + 3 + 3 + 3) × 3 = 36 m²
2.Kurangi luas bukaan
Misalnya terdapat:
- Pintu = 2 m²
- Jendela = 1,5 m²
36 m² − 3,5 m² = 32,5 m²
3.Hitung kebutuhan bata ringan
32,5 × 8,3 = 269,75 biji
Dibulatkan menjadi:
±270 biji
4.Tambahkan waste 10%
270 × 10% = 27 biji
270 + 27 = 297 biji
Jadi, kebutuhan bata ringan untuk kamar tersebut adalah sekitar 300 biji.
Contoh 2: Partisi dinding ruang kerja 4 m x 2,8 m
1.Hitung luas dinding
4 × 2,8 = 11,2 m²
2.Hitung kebutuhan bata ringan
11,2 × 8,3 = 92,96 biji
Dibulatkan menjadi:
±93 biji
3.Tambahkan waste 10%
93 + (93 × 10%) = 102,3 biji
Dibulatkan menjadi:
±103 biji
Dengan demikian, kebutuhan bata ringan untuk partisi ruang kerja berukuran 4 m × 2,8 m adalah sekitar 103 biji.
Bagaimana Memilih Ketebalannya?
Selain panjang dan lebar, ukuran batu bata ringan yang juga perlu diperhatikan adalah ketebalannya. Karena akan memengaruhi kekuatan dinding, kemampuan meredam panas dan suara, serta biaya pembangunan.
Berikut panduan memilih ketebalan bata ringan sesuai kebutuhan:
1.Tebal 7,5 cm
Bata ringan tebal 7,5 cm umumnya digunakan untuk partisi interior ringan, sekat ruangan, atau dinding yang tidak mengandung beban struktural.
Karena lebih tipis, kebutuhan material menjadi sedikit sehingga biaya pembangunan dapat ditekan. Ukuran ini juga sering dipilih untuk renovasi apartemen, kantor, atau bangunan dengan ruang terbatas.
2.Tebal 10 cm
Ukuran bata ringan 10 cm adalah yang paling umum digunakan untuk rumah tinggal.
Banyak pengembang dan kontraktor yang memilih ukuran ini karena menawarkan keseimbangan baik, antara kekuatan, efisiensi ruang, dan biaya.
Cocok digunakan untuk dinding eksterior rumah satu lantai atau interior, sehingga jadi pilihan paling fleksibel untuk berbagai jenis bangunan.
3.Tebal 12,5 cm – 15 cm
Untuk kebutuhan dinding yang lebih kokoh, terutama pada bangunan dua lantai, bata ringan dengan ketebalan 12,5 cm hingga 15 cm sering menjadi pilihan.
Selain memberikan kekuatan yang lebih baik, ketebalan ini juga mampu meningkatkan insulasi suara dan termal.
Karena itu, ukuran 12,5 cm – 15 cm sering direkomendasikan untuk area kamar tidur atau ruangan yang perlu privasi tinggi.
4.Tebal 20 cm
Bata ringan dengan tebal 20 cm, biasanya digunakan untuk bangunan bertingkat yang perlu dinding dengan kekuatan maksimal.
Ketebalan ini mampu memberikan stabilitas dan daya tahan yang lebih tinggi dibandingkan ukuran lainnya.
Meski demikian, penggunaannya relatif jarang pada rumah tinggal biasa karena biaya material lebih besar dan kebutuhan konstruksinya sudah dipenuhi oleh bata ketebalan 10 -15 cm.
Kelebihan dan Kekurangannya

Bata ringan semakin populer karena menawarkan berbagai keunggulan dibandingkan material dinding konvensional.
Namun, seperti material bangunan lainnya, bata ringan juga memiliki beberapa kekurangan yang perlu dipertimbangkan sebelum digunakan.
1.Kelebihannya
Berikut beberapa keunggulan utama bata ringan:
Bobot lebih ringan sehingga proses pengangkutan dan pemasangan menjadi lebih cepat dibandingkan bata merah.
- Dimensi presisi dan seragam menghasilkan dinding yang lebih rata serta mengurangi kebutuhan plester dan acian.
- Insulasi termal yang baik, membantu menjaga suhu ruangan tetap lebih sejuk dan nyaman.
- Tahan api lebih baik dibandingkan bata merah biasa, sehingga dapat meningkatkan keamanan bangunan.
- Lebih ramah lingkungan karena penggunaan material lebih efisien dan menghasilkan limbah konstruksi yang lebih sedikit.
2.Kekurangannya
Di balik berbagai kelebihannya, bata ringan juga memiliki beberapa keterbatasan, antara lain:
- Harga per biji relatif lebih mahal dibandingkan bata merah konvensional.
- Lebih rentan retak atau pecah jika terkena benturan keras selama proses pengangkutan atau pemasangan.
- Memerlukan mortar atau perekat khusus yang harganya lebih tinggi dibandingk campuran pasir dan semen biasa.
- Tidak semua tukang terbiasa memasangnya, sehingga hasil pekerjaan dapat kurang maksimal jika dikerjakan oleh tukang tidak berpengalaman.
Estimasi Perbandingan Harga Bata Ringan vs Bata Merah Tahun 2026
Meski harga hebel per kubik terlihat lebih mahal dari bata merah, kebutuhan material per meter persegi jauh lebih sedikit.
Karena itu, biaya total untuk membangun dinding belum tentu lebih tinggi. Berikut tabel estimasi harganya:
| Material | Harga per Biji | Kebutuhan per m2 | Biaya per m2 |
| Bata ringan AAC (10cm) | Rp3.000 – Rp4.500 | ±8 biji | Rp24.000 – Rp36.000 |
| Bata merah | Rp700 – Rp1.200 | 50–70 biji | Rp35.000 – Rp84.000 |
Kesimpulan: Jika melihat harga per biji, bata merah memang lebih murah. Namun, jika dihitung dari kebutuhan per m2 dan efisiensi pemasangan, bata ringan AAC jadi pilihan ekonomis untuk membangun rumah modern.
Penggunaan Bata Ringan untuk Partisi Dinding
Selain digunakan sebagai dinding utama bangunan, bata ringan juga menjadi salah satu material favorit untuk membuat partisi ruangan.
Dengan ketebalan 7,5 cm hingga 10 cm, bata ringan mampu menciptakan sekat yang kokoh, tahan lama, dan memiliki kemampuan peredaman suara yang lebih baik.
Bata Ringan sebagai Material Partisi
Bata yang sangat cocok untuk membagi ruangan pada rumah, kantor, ruko, atau bangunan komersial lainnya.
Ukurannya yang besar membuat proses pemasangan lebih cepat dibandingkan bata merah konvensional. Beberapa keunggulannya antara lain:
- Cocok untuk partisi ruangan permanen.
- Proses pemasangan lebih cepat dibandingkan bata merah.
- Memiliki kemampuans insulasi suara yang lebih baik.
- Permukaan lebih rata sehingga hasil finishing lebih rapi.
- Dapat langsung di finishing menggunakan plester, acian, dan cat sesuai kebutuhan desain interior.
Kapan Pilih Partisi Bata Ringan vs Partisi Lainnya?
Setiap jenis partisi memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Berikut perbandingannya:
| Jenis Partisi | Kelebihan | Kekurangan |
| Bata ringan | Permanen, tahan suara, tahan api | Tidak fleksibel, biaya lebih tinggi |
| Gypsum board | Murah, pemasangan cepat, fleksibel | Kurang tahan air dan benturan |
| GRC board | Tahan air, ringan | Kemampuan peredaman suara lebih rendah |
| Kayu/ Triplek | Estetik, mudah dibongkar | Tidak tahan api dan rentan rayap |
Memilih material partisi yang tepat hanyalah langkah awal. Agar hasil akhir rapi, kokoh, dan sesuai fungsi ruangan, proses pemasangan juga perlu dikerjakan oleh tenaga yang berpengalaman.
Jika Anda sedang mencari solusi partisi ruangan maupun furniture custom untuk rumah, kantor, atau ruang komersial, Jasalemaripartisi.com hadir untuk membantu mulai dari konsultasi, perencanaan, hingga pemasangan.
Masih bingung memilih jenis partisi yang tepat untuk rumah atau kantor? Jasalemaripartisi.com siap memberikan rekomendasi dan pengerjaan profesional untuk jasa partisi ruangan berbagai kebutuhan mulai dari kantor, rumah, apartemen hingga ruko atau toko.
Selain partisi ruangan kami juga melayani jasa pembuatan lemari custom yang bisa menyesuaikan dengan desain yang Anda pilih.
Yuk, konsultasi gratis sekarang dengan klik banner WA di atas ini dan dapatkan penawaran terbaik.
FAQ
1.1 m² dinding butuh berapa bata ringan?
Dengan ukuran bata 60×20 cm, dibutuhkan sekitar 8–9 biji bata ringan per meter persegi dinding. Tambahkan 10% untuk cadangan waste.
2.Bata ringan tebal berapa yang cocok untuk partisi?
Untuk partisi interior, ketebalan 7,5 cm hingga 10 cm sudah cukup. Jika membutuhkan insulasi suara lebih baik, pilih tebal 12,5 cm.
3.Apa bedanya bata ringan AAC dan CLC?
AAC (Autoclaved Aerated Concrete) lebih ringan, presisi, dan memiliki insulasi termal lebih baik. CLC lebih berat tapi harganya lebih murah. Untuk kualitas terbaik, pilih AAC.
4.Berapa harga bata ringan per biji tahun 2026?
Harga bata ringan AAC berkisar Rp 3.000–4.500 per biji tergantung merek, ukuran ketebalan, dan lokasi pembelian.
5..Ukuran bata ringan yang paling umum digunakan apa?
Ukuran paling umum adalah 60 cm × 20 cm × 10 cm (panjang × lebar × tebal). Ukuran ini standar untuk dinding rumah tinggal dan partisi bangunan komersial.
Author: Feli
