Dinding partisi gypsum yang baru saja Anda buat mudah retak atau goyang? Hati-hati, bisa jadi pembuatan jarak rangka partisi gypsum tidak sesuai standar. 

Selain menimbulkan retak, jarak yang tidak sesuai juga akan membuat pemasangan partisi gypsum Anda kurang rapi. 

Wa benner pesan

Kesalahan pemilihan jarak ini bisa terjadi, karena Anda hanya fokus pada menentukan kualitas papan gypsum dan rangka, bahkan salah pilih jasa. 

Karena itu, sebelum mulai proyek pemasangan dinding partisi dari gypsum, Anda harus tahu dulu berapa jarak rangka yang benar melalui artikel ini. 

Berapa Jarak Rangka Partisi Gypsum yang Ideal?

Normalnya, jarak antara rangka partisi gypsum yang ideal adalah 40 x 60 cm atau center to center. 

Jarak rangka dinding partisi ini dihitung dari tengah rangka satu ke tengah rangka berikutnya, dan menjadi standar umum agar partisi tetap kuat sekaligus efisien dalam penggunaan material.

Ukuran 40 cm bertujuan menghasilkan struktur yang lebih kuat, kokoh, dan minim risiko retak atau goyang. 

Sedangkan 60 cm bertujuan menghemat biaya karena jumlah rangka lebih sedikit, tapi tetap aman untuk penggunaan normal. 

Untuk area kantor, Anda sebaiknya menggunakan jarak 40 cm, karena aktivitas tinggi memerlukan dinding yang lebih stabil. 

Sementara rumah tinggal, jarak 60 cm saja sudah aman dan cukup kuat, sekaligus lebih ekonomis. 

Ini Daftar Standar Ukuran Rangka Partisi Berbahan Gypsum

jasa pasang

Foto Hasil Pengerjaan Jasa Partisi Pabrik Oleh Tim Kami

Berikut ini penjelasan lebih lengkap mengenai sistem rangka partisi gypsum yang mudah Anda pahami:

1. Rangka Vertikal (Stud)

Umumnya, jarak pemasangan adalah 40 – 60 cm dengan arah pemasangan tegak dari lantai ke plafon. 

Fungsi utamanya adalah sebagai tulang penopang papan gypsum dan menentukan kekuatan dan kestabilan dinding. 

Semakin rapat jaraknya maka akan lebih kuat dan tidak mudah goyang. Biasanya menggunakan material metal stud atau baja ringan. 

2. Rangka Horizontal (Track)

Posisi pemasangan rangka ini ada dua jenis yaitu track bawah di lantai dan rack atas di plafon. 

Pemasangannya berfungsi sebagai jalur tempat berdirinya stud dan mengunci posisi rangka vertikal agar lurus dan stabil. 

3. Rangka Tambahan (Bracing)

Selanjutnya adalah rangka tambahan yang bertujuan memperkuat struktur rangka dan mencegahnya tidak mudah goyang atau melenting. 

Pemakaiannya penting untuk dinding yang tinggi yaitu lebih dari 3 meter, area pintu dan jendela, serta dinding yang akan dipasang TV atau lemari gantung. 

Jenis bracing biasanya horizontal dengan tambahan stud pada bagian tengahnya. 

 

Artikel Menarik Lainnya: Intip Perbedaan Gypsum dan GRC, Bagus Mana? 

 

Faktor yang Mempengaruhi Jaraknya

 Faktor yang Mempengaruhi Jaraknya

Mengapa ada ukuran jarak standar dalam merangkai rangka gypsum dipengaruhi oleh beberapa faktor berikut: 

1. Tinggi Dinding

Semakin tinggi dinding gypsum yang akan dibuat, maka rangka harus dipasang dengan jarak yang lebih rapat. 

Karena dinding yang lebih tinggi lebih mudah mengalami getaran, melengkung, atau bahkan goyah jika tidak cukup penopangnya. 

Saat jarak rangka rapat, struktur menjadi lebih kaku dan stabil sehingga tidak mudah retak apalagi roboh. 

2. Beban Dinding

Jika dinding menahan beban tambahan seperti rak, TV, kabinet gantung, atau dekorasi berat, maka jarak rangka dibuat lebih rapat. Selain itu, sering kali perlu tambahan penguat di titik beban. 

Tujuannya agar gypsum tidak jebol atau melendut akibat tekanan beban yang tidak didukung struktur yang cukup kuat. 

3. Jenis Gypsum

Jenis dan ukuran gypsum juga memengaruhi jaraknya. Gypsum standar biasanya memerlukan rangka lebih rapat karena memiliki satu lapisan sehingga kekuatannya terbatas. 

Gypsum double layer lebih kuat dan kaku, sehingga dalam beberapa kondisi dapat sedikit lebih renggang tetapi harus sesuai standar. 

4. Fungsi Ruangan

Ruang kantor atau area publik membutuhkan struktur yang lebih kuat dan tahan lama, sehingga rangka biasanya dipasang lebih rapat untuk keamanan dan daya tahan. 

Partisi sementara atau ruangan non permanen bisa menggunakan jarak rangka lebih renggang karena tidak menanggung beban besar dan tidak ditujukan untuk pemakaian jangka panjang. 

Apa Dampaknya Jika Jarak Rangka Salah Ukuran?

Ada beberapa dampak yang harus Anda tanggung jika pemasangan jaraknya salah. 

Dampak terlalu renggang: 

  • Dinding akan mudah retak. 
  • Dinding mudah goyang saat disentuh. 
  • Dinding kurang kuat dan tidak akan tahan lama. 

Dampak terlalu rapat: 

  • Biaya pemasangan lebih mahal. 
  • Boros material. 
  • Tidak efisien. 

Cara Menghitung Kebutuhan Rangkanya Dengan Rumus

Ada rumus sederhana yang bisa Anda gunakan untuk menghitung kebutuhan rangka gypsum, yaitu:

Jumlah rangka = Panjang dinding ÷ jarak rangka

Misalnya, jika panjang dinding adalah 4 meter, maka dikonversi menjadi 400 cm. Kemudian, tentukan jarak antar rangka, misalnya 60 cm. 

Selanjutnya, bagi panjang dinding dengan jarak rangka tersebut, yaitu 400 cm ÷ 60 cm, sehingga diperoleh hasil sekitar 6,67 yang dibulatkan menjadi ±7 batang rangka. 

 

Artikel Terkait Untuk Anda Baca: Ukuran Sekrup Gypsum: Panduan Lengkap untuk Pemasangan Rapi dan Kuat

 

Tabel Jarak Rangka Gypsum Berdasarkan Kebutuhan

Untuk mengetahui jarak rangka, Anda bisa memperhatikan tabel berikut: 

Kebutuhan Jarak Rangka Gypsum 
Rumah Standar 60 cm 
Kantor/ komersial 40 cm
Dinding tinggi 30-40 cm 
Beban berat 30 cm 

Estimasi Perkiraan Biayanya

Biaya pemasangan partisi gypsum umumnya dihitung per meter persegi dengan kisaran Rp150.000 –  Rp300.000 per m2. Rentang harga ini sudah mencakup bahan (gypsum, rangka, sekrup, dll) serta jasa pemasangan tukang. 

Adapun estimasi biaya tersebut dipengaruhi oleh beberapa hal berikut:

  • Jenis rangka, seperti hollow galvanis yang umum, atau baja ringan yang lebih kuat. 
  • Semakin tebal papan gypsum maka akan lebih mahal biaya materialnya. 
  • Desain partisi yang lurus lebih murah dari desain kompleks. 
  • Biaya bisa berbeda tergantung wilayah. 

Wa benner pesan

Nah, untuk informasi lebih detailnya Anda dapat menghubungi kami dengan mengklik banner WA diatas ini.

Kapan Harus Menggunakan Jasa Profesional?

Bukan hanya untuk mengukur jarak partisi dengan tepat, Anda sebaiknya menggunakan jasa partisi untuk kebutuhan ruangan berbahan gypsum dengan jasa profesional ketika: 

  • Ingin memasang partisi di kantor, karena ada standar profesional yang harus diperhatikan. 
  • Saat ingin memasang partisi dengan presisi tinggi agar aman dan struktur kuat. 
  • Ingin mendapatkan hasil rapi yang simetris, lurus, dan finishingnya halus. 
  • Tidak ingin membongkar ulang partisi sehingga perlu menghindari kesalahan pasang. 

Butuh Jasa Pembuatan dan Pasang Partisi Gypsum?

Hasil Pengerjaan Jasa Pasang Partisi Gypsum Oleh Tim Kami

Membutuhkan ruang yang lebih fungsional, rapi, dan estetik tanpa harus renovasi besar? Jasalemaripartisi.com siap jadi solusi terbaik Anda. 

Kami menyediakan layanan jasa partisi gypsum untuk kantor, rumah, apartemen, hingga ruko dengan desain custom dan pengerjaan cepat serta rapi. 

Didukung oleh tim berpengalaman, kami akan memastikan hasil sesuai harapan dengan harga transparan dan proses survei secara gratis. 

Selain partisi gypsum, kami juga melayani jasa pembuatan partisi kaca untuk berbagai keperluan mulai dari kantor, pabrik rumah, apartemen, toko, ruko hingga LAB.

Wa benner pesan

Jadi, jangan tunda lagi, segera wujudkan ruangan ideal bagi Anda sekarang juga! Konsultasikan kebutuhan partisi Anda hari ini dengan klik banner di atas ini. 

FAQ

Berapa jarak rangka gypsum yang ideal?
Jarak rangka partisi gypsum yang ideal adalah 40 cm hingga 60 cm (center to center). Jarak 40 cm lebih kuat untuk area kantor, sedangkan 60 cm cukup untuk rumah dan lebih hemat biaya.

Kenapa dinding gypsum bisa retak atau goyang?
Biasanya disebabkan jarak rangka yang terlalu renggang, pemasangan tidak rapi, atau kurangnya penguat (bracing). Akibatnya, struktur dinding menjadi kurang stabil.

Apakah jarak rangka gypsum harus sama semua?
Idealnya iya. Jarak rangka harus konsisten agar beban terdistribusi merata dan dinding tetap lurus, kuat, serta tidak mudah retak.

Lebih baik pakai jarak 40 cm atau 60 cm?
Jarak 40 cm lebih direkomendasikan untuk kekuatan maksimal, terutama di area kantor atau komersial. Sementara 60 cm lebih ekonomis dan masih aman untuk penggunaan rumah tinggal.

Kapan harus menggunakan jarak rangka lebih rapat?
Jarak rangka perlu dibuat lebih rapat (30–40 cm) jika dinding tinggi, menahan beban berat seperti TV atau kabinet, atau digunakan di area dengan aktivitas tinggi.

Apakah jenis gypsum mempengaruhi jarak rangka?
Ya, gypsum single layer biasanya membutuhkan rangka lebih rapat. Sedangkan double layer lebih kuat, namun tetap harus mengikuti standar agar aman dan tidak mudah rusak.

Bagaimana cara menghitung kebutuhan rangka gypsum?
Rumusnya adalah panjang dinding dibagi jarak rangka. Misalnya 4 meter (400 cm) dibagi 60 cm, hasilnya sekitar 7 batang rangka yang dibutuhkan.

Apakah pemasangan partisi gypsum harus pakai jasa profesional?
Disarankan iya, terutama untuk hasil yang rapi, presisi, dan tahan lama. Kesalahan pemasangan bisa menyebabkan dinding retak, miring, atau harus bongkar ulang.

Author: Feli